Selasa, 29 Juni 2010

Cerita sebelum tidur di penghujung kefanaan kehidupan Hati manusia

Tak akan segera waktu berakhir , karena sejarah akan membuat rentang hidup ini menjadi seolah tak berbatas . Kenangan selalu abadi dan harapan tak selalu tinggi untuk di raih ... namun hanya bagi jiwa jiwa yang selalu lapang dan selalu bergairah dengan kebaikan kebaikan yang kita harapkan untuk terjadi , yang kita lalui dengan cara cara yang penuh dengan kebaikan pula .

Tak kan ada risau manakala kita mampu memaknai cahaya kehidupan ini sebagai sebuah kebaikan dan kesempatan untuk selalu menebarkan kebaikan . lalui hidup ini dengan cahaya cahaya ketulusan di dalam hatimu , sehingga kemana hati menatap , sejauh apa mata memandang akan terasa dengan jelas sebagai sebuah kesejukan yang menyejukkan .

Goresan pena ini akan selalu menjadi kawan siapa saja yang berharap ada kedamaian di hati mereka .... ku goreskan puisi kedamaian tanpa harap tuk berbalas ... biarkan semua goresan ini menjadi pengobat kebahagiaan bagi mereka yang senantiasa mencari kawan tuk bercerita dan berbagi akan sebuah kiasan yang sarat dengan pesan kehidupan .

Malam tak lagi gelap ketika bintang dan bulan tersenyum di kelamnya , diam ini tak lagi sepi ketika hati kita mampu membahasakan semua cerita kebahagiaan yang di rindu manusia . Semua menjadi terjawab meski tak harus tahu dan dirasa . Kian mendesah bisikan kedamaian yang berbisik dengan tenang membasahi setiap relung hati manusia .

Story From JIBRIEL

Sabtu, 29 Mei 2010

Tataplah lurus ke depan di mana akan kau temui kebahagiaan sejatimu

Di dalam menjalani kehidupan seringkali di hadapkan pada sebuah pilihan yang tidak obyektif , sungkan , malu , dan faktor lain yang seharusnya tidak menjadi begitu mempengaruhi pikiran dan akal sehat .

Tetaplah berpijak pada apa yang jelas nampak di depan mata sebagai sebuah berkah , hindari hal hal yang menjadi sekedar godaan lahiriyah dan ujian dalam setiap langkah .

Dapatkan kebahagiaanmu dengan mantap karena sebuah pilihan adalah penentu kedewasaan kita , bukan atas apa yang kita pilih , akan tetapi atas bagaimana kita harus bertanggung jawab atas sebuah pilihan .

Teruslah tatap kedepan dengan semua pengharapan yang ada di sana , insyaalloh kita akan di uji untuk mempertanggungkan atas pilihan kita sendiri dan masih banyak waktu untuk belajar menjadi bijak .

Anggaplah semua ujian dan cobaan dalam hidup sebagai sebuah peristiwa yang memang harus kita lalui dalam hidup ini .

Artikel Source : http://mochjibriel.blogspot.com

Rabu, 12 Mei 2010

DAMAI TAPI GERSANG

Tenang dari sebuah amuk kegelisahan yang tak pernah redam , memaksaku untuk terdiam dan memikir akan sebuah penerimaan akan takdir . Manakala semua menjadi begitu berarti meski tak pernah bisa memiliki , dan tak lagi kupaksakan untuk memenangkan hatinya sehingga semua menjadi bisa dan terbiasa .

Dalam irisan kepasrahan ini , masih saja menyisakan kegelisahan yang yang bertuan ... limbung dan berujung pada kehampaan yang seolah tyada bertepi . Berteman dengan kepedihan yang jadi kawan , senantiasa membisikku akan kehampaan terdalam , terasa gersang bak terik padang tandus sahara .

Bukannya aku tak menerima , tapi sebuah konsekwensi atas sebuah rasa cinta dan sayang yang berdinding tebal , suarapun tak terdengar lagi karena memang sudah membisu kaku .

Kebahagiaanku ketika di puncak kesedihan , membimbingku dalam sebuah penerimaan akan realita ..... DAMAI tapi GERSANG

With Love from http://mochjibriel.blogspot.com

Kamis, 03 Desember 2009

Maafkan aku atas ketidaknyamanan selama ini

Andai situasi tak memburuk seperti ini , mungkin aku menemukan keindahan di sana . Aku kehilangan segala yang kuharapkan di sana .

Biasanya ketika bangun pagi yang kuingat kehangatan yang akan kujumpai , ketika malam aku berbaring terbayang betapa menyenangkannya semua keakraban ini , namun sang waktu berkata lain .

Aku tak ingin semua keadaan ini menjadi seperti ini , akan semakin mengganggu kenyamanan orang yang aku harapkan supaya selalu menjadi bahagia dengan semua keadaannya .

He he ... tapi tak apa , masih ada beberapa episode yang melekat dengan jelas di benakku sebuah cerita di mana ada kehangatan di setiap kata dan coretan di waktu sebelumnya .

Dan ... akhir tahun kelihatannya waktu yang cocok untuk memulai sebuah kegiatan yang lain sebuah aktifitas yang berbeda yang memang membutuhkan konsentrasi penuh ...

Sumber artikel : http://mochjibriel.blogspot.com

Selasa, 01 Desember 2009

Rasa ini ... kunikmati kesendirianku

Pulang dari kantor agak siang jam 2 lebih nyempatin untuk pulang ke rumah . Asyik sebentar setelah makan siang aku kembali mencoba menghibur diri dengan bermain keyboard ROLAND kesayanganku .

Dengan sedikit menikmati dan menghayati aku nyanyikan beberapa lagu dengan My Roland , Dilema-nya Ungu , Bernafas Tanpamu-nya Lyla , Cinta Sampai Di Sini D'Massive, Tak Bisa Hidup Tanpamu D'Massive , Di Antara Kalian D'Massive .. lagu lagu yang bari hits di hati , nggak ngerti juga tapi kok lagi seneng aja menyanyikan lagu lagu itu .

Bergegas aku berangkat ke Kampus untuk sekedar ketemu dengan beberapa temen temen dan to say hello karena sejak dari hari raya Idul Adha kemaren kan libur . Ternyata ada dua orang dosen yang harus pindah tuga ke Semarang jadi sampai akhir semester nanti mungkin adalah kesempatan untuk berdiskus dengan beliau .

Menjelang maghrib segera melaju pulang dan segera ambil air wudlu mencoba untuk mengucapkan rasa syukur ini ke hadirat ALLOH SWT , ada sedikit kesempatan ngobrol bareng dengan keluarga .

Malem ketika semua anggota keluarga sudah tertidur lelap semua ... ada kegelisahan yang muncul sehingga seolah mengajakku untuk naik ke kamar atas dan termenung duduk sendiri di teras lantai atas serta menikmati kesendirian ini .

Kutengok kanan dan kiri nampak suasana sepi .. hening dan senyap yang luar biasa , dalam keredupan ini aku menelisik ke dalam hatiku mencoba mencari jawaban atas sebuah kegelisahan yang menyesakkan ini . Aku memejam sendiri dalam hening itu dan mencoba menikmati penat yang luar biasa ini .

Aku masih sendiri dalam hening , dan masih menikmati rasaku ini ....

http://mochjibriel.blogspot.com

Jumat, 27 November 2009

Benar cinta tak harus memiliki .. akan tetapi ungkapkanlah isi hatimu agar dia tahu

Di masa lalu , jauh di masa remaja pernah aku kehilangan orang yang pernah aku sayangi waktu itu , dan hal tersebut menjadi sebuah pelajaran yang sangat membekas di hatiku untuk berani mengungkapkan akan isi hati dan perasaan kita agar dia tahu , meskipun tak harus memiliki .

Aku tahu dengan pasti kalau dia menyanyangiku , demikian sebaliknya diapun tahu kalau aku sangat menyayanginya , namun dalam seiring berjalannya waktu di antara kami saling menahan perasaan kami masing masing tanpa pernah mampu untuk mengungkapkan isi hati dan perasaan kami satu pihak dengan yang lain ....

Hingga akhirnya waktu berlalu dan kamipun harus berpisah untuk melanjutkan pendidikan kami masing masing karena diapun melanjutkan studi di kota Bandung .

Suatu saat setelah hampir 8 tahun perpisahan kami , suatu saat dia main ke rumahku ( rumah orangtuaku maksudnya ) dan sempat berbicara banyak dengan kakakku , bahwa dia sangat menyesal mendapati aku yang sudah menikah , dia katakan dia sangat menyesal karena dulu tidak sempat untuk berani mengutarakan isi hati dan perasaan dia yang di antara kami sama sama tahu ... bahwa kami sangat saling menyanyangi . Bahkan dia sempat berkata , andaikata masih ada kesempatan ( maksudnya andai saya belum menikah ) dia akan memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya yang katanya hingga saat ini masih menjadi ganjalan di hatinya .

Akupun seperti tersontak dengan cerita kakakku pada suatu saat ketika aku pulang ke rumah orang tuaku , dan di ceritakannlah tentang hal itu .

Maka sejak saat itu aku tidak pernah lagi untuk menyembuyinkan perasaanku terhadap orang lain meskipun aku tak harus memilikinya .

Selama ini aku sama sekali tidak pernah merasakan hal yang seperti ini , baru kali inilah ada rasa perih di dalam hati setiap melihat dan memandangnya .. namun kutahu aku hanyalah sebatas pemunjanya dalam hati saja , karena memang tidak mungkin lagi untuk berusaha lebih jauh .

Satu hal yang ingin aku lakukan adalah ... mengungkapkan isi hati dan perasaanku ini agar dia tahu , meskipun sudah tidak mungkin untuk dapat memilikinya . Aku hanya butuh dia tahu , apapun kenyataannya meskipun di anggapnya sebagai sebuah lelucon yang kesiangan aku sudah tidak perduli lagi ... aku hanya ingin berusaha JUJUR atas semua kata hati dan perasaanku ini ... selebihnya biar Tuhan yang menilainya .